Suara-Suara Tak Bertuan merupakan kisah lanjutan dari Aku merasa seperti mayat hidup, sebuah pengalaman tentang diriku yang menjalani kebangkitan spiritual. Melalui tulisan ini aku mencoba untuk berbagi beberapa kisah yang pernah kualami.

Suara-Suara Tak Bertuan

Cangkir ku sudah kosong. Dengan berat hati aku beranjak menuruni anak tangga dan menuju dapur. Ku letakkan teko berisi air di atas kompor dengan api kecil. Termenung sejenak sambil berfikir kopi apa yang akan ku seduh.

Kopi Arabika terlalu kuat dan tak bersahabat dengan perutku, lagi pula tidak praktis. Aku lebih suka kopi instan, praktis dan lebih bersahabat dengan perut. Beberapa kawan menyebut kopi instan sebagai kopi gunting. Karena tidak perlu digiling terlebih dahulu, tinggal digunting dan seduh dengan air panas.

Pilihan kali ini jatuh pada kopi instan berbungkus putih dan beraroma vanilla. Sementara menunggu air mendidih, aku duduk di kursi makan sambil menaburkan kopi di cangkir dan mengambil sendok kecil untuk mengaduknya.

Ku pijat-pijat kening dengan tangan kiri untuk mengurangi rasa nyeri, sedangkan tangan kanan memegang sendok kecil. Sesekali ku ketuk-ketukkan sendok ke bibir gelas untuk mengusir bosan.

“Ting…, ting…, ting…” Suara ketukan itu menggema ke seluruh ruangan dapur.
“Ting ting ting”
“Ting, ting, ting” lagi … dan lagi…

Samar-samar terdengar ada suara orang sedang berbincang-bincang.

Mungkin itu tetangga ku yang baru pulang. Aku tak terlalu memperdulikannya.

“Ting ting ting”, aku masih asik memainkan sendok kecil.

Tiba-tiba aku tersentak kaget dan berhenti.

Baru saja aku seperti mendengar ada suara orang berteriak seperti marah. Keras sekali terdengar. Suara itu terdengan seperti ada orang yang berteriak di samping ku.

Sigap aku berdiri. Aku tengok ke kiri dan kanan. Tidak ada siapa-siapa. Suara itu sudah hilang, namun jantung ku berdebar kencang.

Belum hilang kaget ku, suara peluit air tiba-tiba berbunyi nyaring dan mengagetkan ku untuk kedua kalinya.

Air sudah mendidih. Ku matikan kompor, tuangkan air ke cangkir, dan ku aduk kopi perlahan sambl ku nikmati aroma kopi. Aroma wangi vanilla hangat bercampur aroma kopi terasa nikmat sekali. Ku hirup dalam-dalam  aroma kopi panas yang masih ku aduk-aduk.

“Hmmm, nikmat sekali” gumam ku. Memberi apresiasi kepada diri sendiri karena telah memilih kopi yang tepat untuk malam ini.

Aku berlalu meninggalkan dapur bersama kopi racikan ku menuju teras atas tempat ku berdiam tadi.



Beberapa langkah menaiki anak tangga, langkah ku terhenti. Lagi-lagi kening ku terasa sakit sekali. Namun kali ini bukan hanya kening saja, rasanya seluruh kepala ku sakit.

Aku menoleh ke belakang. Aku mendengar ada banyak suara. Samar aku seperti mendengar ada suara gulungan ombak, kemudian berganti dengan suara-suara aneh yang membuat jantungku berdebar bertambah kencang.

Seperti ada banyak orang sedang berkumpul di dapur dan berbincang-bincang. Ada suara orang marah, ada suara orang menangis, dan ada suara orang tertawa.

Suara-suara itu muncul bersamaan. Entah dari mana datangnya suara-suara tersebut. Padahal di rumah ini tidak ada orang lain selain aku.

Semakin lama semakin keras menggema di seluruh ruangan. Terdengar dekat sekali. Aku tajamkan pendengaran untuk memahami suara itu.

Anehnya aku tetap tidak bisa memahami apa yang mereka katakan. Aku yakin sekali itu suara manusia. Tetapi mengapa aku tidak bisa memahami bahasa mereka. Terdengar seperti suara gumaman kalimat tanpa ada kata-kata yang terangkai.

Apakah aku memasuki frekuensi alam lain dalam kondisi sadar? Karena sepertinya aku mendengar suara mereka yang ada di alam lain. Padahal aku berada pada kesadaran penuh. Aku tidak berada pada frekuensi tetha.

Tak tahan dengan sakit di kepala dan suara-suara tak bertuan itu, aku mempercepat langkah menuju kamar di lantai dua.

Ku letakkan cangkir kopi di meja samping tempat tidur. Ku tengkurap di ranjang dengan kepala terbenam di bantal. Rasanya sakit sekali kepala ini.

Suara-suara itu masih tetap terdengar.

Kali ini sudah benar-benar kelewatan. Aku tak tahan lagi dengan semua kejadian supranatural yang beberapa hari ini terlalu sering terjadi.

Jika seperti ini terus, rasanya sebentar lagi aku jadi gila. Aku tak tau lagi mana suara dari alam nyata dan mana suara dari dimensi lain. Mungkinkah semua ini hanya khayalan ku saja. Karena semuanya terdengar sama jelas. Kepada siapapun aku bercerita tak akan ada yang menganggapnya serius, kecuali mereka yang juga pernah mengalaminya.

Apakah kamu mengalaminya ?

Bersambung ke Penampakan Wanita Bergaun Merah



Comments

comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.