ElMicha.ID - Perjalanan menuju Badui Dalam pun dimulai. Rute yang bisa ditempuh untuk bisa sampai ke baduy dalam, diantaranya jalur menyusuri aliran sungai

ElMicha.ID – Perjalanan menuju Badui Dalam pun dimulai, kami berangkat tepat jam 2 siang dengan telanjang kaki……

Setapak demi setapak kami mulai menyusuri jalan, meskipun jarak tempuh yang dibutuhkan hanya sekitar 4-5 jam namun jalur yang dilewati cukup berat.



Sekitar pkl 15.45 kami sampai di baduy luar. Lumayan cepat untuk ukuran saya yang gak setiap bulan naik gunung. Istirahat sebentar, mampir di rumah kawan, suasananya enak sekali, apalagi rumahnya persis di samping sungai. Suara air mengalir, udara bersih dan suasana yang tenang sangat cocok buat meditasi.

ElMicha.ID - Perjalanan menuju Badui Dalam pun dimulai. Rute yang bisa ditempuh untuk bisa sampai ke baduy dalam, diantaranya jalur menyusuri aliran sungai

Ingin rasanya berhenti lebih lama supaya bisa meditasi dulu dan mengakses energi sekitar, moment ini sangat sayang untuk dilewatkan namun apa boleh buat kita harus segera melanjutkan perjalanan ke baduy dalam sebelum gelap.

Ada banyak rute yang bisa ditempuh untuk bisa sampai ke baduy dalam, ada jalur besar yang memang sudah umum di lewati pengunjung diantaranya jalur menyusuri aliran sungai, jalur jembatan akar, dan ada jalur kecil.

Kami melewati jalur kecil dimana jalur ini hanya dilewati oleh penduduk setempat sebagai jalan pintas ke hutan atau ke ladang, jalannya memang kecil, di tengah hutan, melewati banyak kubangan lumpur, menyebrang sungai (nyebrang beneran gak pake jembatan), mendaki bukit tanah liat (bisa dibayangkan susah dan licinnya) dan saya akui masih sangat wingit.

ElMicha.ID - Perjalanan menuju Badui Dalam pun dimulai. Rute yang bisa ditempuh untuk bisa sampai ke baduy dalam, diantaranya jalur menyusuri aliran sungai

Di tengah jalan ada yang berbisik di telinga kanan namun tidak jelas, suaranya seperti kita sedang mencari frekwensi radio “kresek kresek kresek” kejadian ini berulang sampai 3X saya tetap acuh dan tidak memberitaukan kejadian ini kepada kawan, karena saya tidak ingin ada kepanikan. Saya hanya berdoa kemudian berpamitan untuk numpang lewat pada penghuni setempat (penghuni yang tak kasat mata).

Ternyata kawan juga merasakan adanya interaksi, mendadak punggung terasa berat dan panas. “namanya juga jadi pendatang, wajarlah kalau penghuni setempat pengen tau dan pengen kenalan” jawaban singkat padat dan sudah sama-sama paham kondisinya. Lebih serunya lagi ketika kami ber 3 mendengar suara musik dangdut sementara posisinya di tengah hutan dan sangat jauh dari mana-mana karena sudah 2 bukit kami lewati.

Suara musik itu terdengar sekitar 5 kali, hilang lalu muncul lagi, hilang muncul lagi terus seperti itu. Awalnya kami mengira itu suara musik dari kampung sebelah, lalu kemudian kami iseng bertanya kepada kawan yang memandu perjalanan,”Pak, warga sini suka dangdutan juga rupanya yaa, masih siang udah heboh gini, gimana kalau malam?”.

ElMicha.ID - Perjalanan menuju Badui Dalam pun dimulai. Rute yang bisa ditempuh untuk bisa sampai ke baduy dalam, diantaranya jalur menyusuri aliran sungai

Dengan muka heran Pak Sapri kawan kami pun bertanya balik “dangdut? heboh? Maksudnya gimana?”, “iya dangdut, itu dari tadi ada suara dangdutan kenceng banget pak” pak sapri mengernyitkan dahi dan dengan polosnya bilang “gak mungkin teteh, ini ditengah hutan jauh sekali jaraknya dari kampung luar, tidak ada listrik dan peralatan elektronik, orang lewat sekitar sini saja jarang, bagaimana mau setel musik”.



Dan kami bertiga pun akhirnya saling memandang satu sama lain karena jelas sekali kami mendengarnya, sementara pak sapri semakin bingung melihat ekspresi muka kami bertiga. Tak mau ambil pusing lalu kamipun melanjutkan perjalanan.

Beratnya medan yang harus ditempuh membuat saya sempat berada pada moment hampir putus asa, rasanya sudah tidak sanggup lagi, ingin menyerah tapi gak bisa balik lagi, gak ada jalan lain selain melanjutkan perjalanan, lelah namun tidak bisa istirahat terlalu lama karna dikejar waktu, badan sampai benar-benar kehabisan energi.

Di titik ini saya belajar tentang rasa putus asa yang sebenar benarnya, putus asa secara fisik dan mental. Banyak rekan-rekan kita yang putus asa secara mental karena tekanan batin dan beban pikiran, padahal jika masih mau bersyukur fisiknya masih mampu mengerjakan banyak hal, dan masih banyak hal yang bisa diselesaikan.

Sepanjang perjalanan berangkat memang kami tidak berpapasan dengan siapa pun, barulah saat sudah kembali ke jalur utama dan sudah hampir sampai kami berpapasan dengan rombongan yang baru mau turun, dan mereka pun heran melihat kami yang kotor oleh lumpur dan berjalan tanpa alas kaki, sementara mereka dengan peralatan lengkap ala ala pendaki gunung professional, sepatu dan dibantu porter buat masing-masing orang. setelah sedikit berbincang kami pun melanjutkan perjalanan.

Sekitar 45 menit kemudian kami akhirnya sampai di perkampungan Baduy Dalam. Kami tiba disana sekitar pukul 17.45 wib, hari sudah mulai gelap. Dan ternyata…

Bersambung ke BalaEl Trip To Baduy Dalam [Part 2]



Comments

comments

Leave a Reply